Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Franco Fotana, Warga Italia Yang Berjuang Untuk Palestina

GANDENKU.COM | Dunia Islam - Dia adalah seorang Warga Italia asli bernama “Franco Fontana" bertempur bersama Palestina melawan tentara pendudukan selama 22 tahun.Dia menjual semua properti ayahnya di-Italia, Palermo pada tahun 1975, dan menyumbangkn ke kamp-kamp Palestina.Dia bergabung dalam setiap pertempuran bersama muslim Palestina lainnya dan dikenal karena akurasinya dalam menggunakan roket Katyusha.Dia masuk Islam dan mengubah namanya menjadi "YOUSSEF IBRAHIM" dan meninggal pada tahun 2015 di Lebanon.Meninggalkan surat wasiat dimana dia menulis, "Saya mungkin mati dan tidak melihat PEMBEBASAN PALESTINA, tetapi anak atau cucu saya pasti akan melihat kemerdekaannya"

BAHAYANYA POLITIK INSTANT

Pemilu tidak akan lama lagi, istilah lagunya Ebiet Beat A "Pemilunya sudah tiba..." dalam hitungan waktu tidak kurang dari 2 tahun lagi Pemilu 2014 akan menyapa kita semua. Waktu yang kurang dari 2 tahun merupakan waktu yang sangat singkat bagi setiap parpol untuk mempersiapkan diri dalam 'menjual' ide, gagasan dan programnya. Terlebih lagi dengan parpol yang hanya memiliki tujuan politik yang instant dan serba cepat.

Sebagai masyarakat tentunya kita akan menyaksikan 'nyanyian politik' dalam waktu yang kurang dari 2 tahun ini, ada yang terang-terangan maupun ada yang sembunyi-sembunyi dalam melantunkannya. Tidak sedikit bahkan hampir semua partai politik yang akan bertanding di pemilu 2014 (menurut penetapan lolosnya 16 parpol untuk tahap administrasi tahap kedua) maka kita akan menjumpai beberapa orang yang sudah dan sedang dipersiapkan untuk 'merebut hati' masyarakat agar memberikan pilihannya di tahun 2014 kelak.

Gaya politik yang instant ini sangat membahayakan bagi masyarakat kebanyakan, karena boleh jadi gaya politik yang hanya mulai turun dan diturunkan ke masyarakat dalam waktu kurang dari 2 tahun ini tidak lebih hanya sekedar untuk 'dagang' semata, sebagaimana istilahnya dagang adalah sebuah transaksi jual beli yang lebih mengutamakan keuntungan bagi penjualnya. Dalam sejarahnya tidak ada pedagang yang akan melakukan kerugian dalam jualannya. Begitu juga dalam politik yang bersifat instant ini, karena politik instant identik dengan proses dagang yang dilakukan.

Bahayanya politik instant adalah karena prinsip dasarnya hanya bersifat sebagai 'pedagang' maka tidak menutup kemungkinan apapun yang dilakukan politisi tersebut hanya bersifat 'menjual' untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi-tingginya, bentuk jualan yang dilakukan bisa berbentuk 'program janji' yang disampaikan kepada masyarakat, sedangkan target keuntungannya adalah hanya untuk mencapai kekuasaan belaka, hanya untuk menduduki jabatan sebagai anggota dewan semata. Karena prinsip dasarnya adalah hanya sebagai pedagang semata, maka kita akan menyaksikan banyak 'manuver manis' yang dilakukan politisi tersebut bahkan ada kecenderungan untuk 'ngebut' dalam waktu yang singkat.

Untuk menghindari bahaya politik instant yang ada di masyarakat, maka masyarakat harus mampu dengan jeli melihat gelagat 'para pedagang' tersebut. Misalnya saja masyarakat bisa melihat  seberapa jauh calon-calon yang akan dicalonkan oleh parpol tersebut turun ke masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya, jika ia hanya turun dalam hitungan waktu yang sangat singkat bahkan dalam waktu yang singkat tersebut ia begitu instensif turun ke masyarakat maka boleh jadi ia hanyalah pedagang yang berbaju politik yang sedang melakukan pendekatan.

Lalu apa bahayanya ? selain di atas maka yang namanya instant apapun akan terjadi dalam waktu sekejap saja, begitu pula halnya dengan janji program yang disampaikan maka itu hanya berlaku dalam sekejap juga. Tidak jauh beda dengan bentuk kepedulian yang diperlihatkan maka hanya akan ada dalam waktu yang sekejap, sekejap saja ketika mau menghadapi pemilu 2014 saja. Selebihnya ketika ia berhasil maka akan melupakan 'kepeduliannya' bagi masyarakat apalagi ketika ia gagal. Akan tetapi jenis politik instant yang berbahaya ini justru kadang dijawab sikap instant pula oleh masyarakat dengan prilaku pragmatis dalam memberikan pilihannya, makanya jangan heran ketika masyarakat akan lebih cenderung memilih yang memberikan uang lima ribu dibandingkan dengan orang yang sudah memberikan kepedulian jauh sebelum pemilu. Maka kitapun akan disuguhkan dengan kalimat yang kerapkali muncul dimasyarakat adalah " aah...daripada milih yang cuma janji-janji doang tapi belum tentu ia tepati, mendingan milih yang kasih duit walaupun ia bohong tapi kan sudah dapat duitnya". Kondisi ini jua lah yang dimanfaatkan politisi dengan gaya politik instantnya, maka para politisipun banyak yang berujar bahwa "aah...masyarakat mah bisa dibohongin dengan di kasih uang juga selesai, dan tidak perlu jalankan programnya kan sudah di bayar suaranya" Nah..., bagaimana jadinya bisa sudah seperti ini ?

Untuk itulah saatnya kedua belah pihak melakukan perubahan, seorang politisi baik di pusat maupun di daerah HENTIKAN GAYA POLITIK INSTANT yang hanya mulai turun ke daerah pemilihan, maupun rencana daerah pemilihan yang hanya mau pemilu saja. Lalu kemanakakah sebelumnya ?. dan bagi masyarakat saatnya untuk jeli tidak memilih politisi yang hanya bisa turun saat mau pemilu saja apalagi pada politisi yang pintar memainkan uang di saat pencoblosan. Waspadalah....

Postingan Populer