Langsung ke konten utama
DAFTAR NAMA DONATUR BULAN NOPEMBER 2020 : (01/11) Ulekin : 90.850 (02/11) Sutan Matani : 500.000 (13/11). Siti N : 1.200.000 (13/11) Syahrir : 500.000 (19/11) Arkadigital : 414.741 JUMLAH :Rp. 2.705.591 DONASI PEDULI BANJIR : (04/12) Siti N : 500.000 (04/12) Arkadigital : 300.000 Jumlah : 800.000 TOTAL DONASI : 3.505.591    

Unggulan

Dakwah Di Balik Penjara Bersama Ustadzah Kingkin Anida

GANDENKU.COM | SobatKata - SEPERTI yang saya sampaikan pada tulisan-tulisan sebelumnya, Ustadzah Kingkin berusaha untuk tetap berdakwah di tahanan, baik ketika di Rutan Mabes Polri maupun di Rutan Polres Tangsel sekarang ini. Beberapa cerita dari beliau  yang saya ingat ketika datang membezuk antara lain, ada tahanan narkoba yang sempat marah ketika beliau nasehati, tapi di tengah malam malah mencium tangan beliau sambil menangis dan menyatakan ingin bertaubat. Ada juga tahanan lain yang suka sesama jenis tapi setelah dekat dengan beliau malah minta diajarkan al Qur'an. Ia juga bilang kapok menjadi lesbi dan mau berubah menjadi wanita sholihah. Ada juga tahanan yang namanya cukup terkenal di publik justru membantu Ustadzah Kingkin untuk mengkoordinir sholat jamaah lima waktu dan menjadi "asisten" pengajian beliau. Alhamdulillah....selama 3,5 bulan di tahanan, baik ketika di Mabes maupun di Polres Tangsel, Ustadzah Kingkin bisa mengajak sesama tahanan untuk mengadakan ke

BENDERA ITU MASIH BERKIBAR, AYAHKU...

Bagian Pertama...

Reformasi sebuah awal dari berdirinya partai-partai baru, setelah belenggu yang mengukung aspirasi dan suara-suara untuk berserikat mulai terbuka lebar. PKS adalah salah satu partai yang dilahirkan dari era tersebut. Dari beberapa buku yang saya baca menerangkan keberadaan "PKS" kabarnya sudah ada puluhan tahun silam namun menjungelma menjadi PKS baru dimulai setelah kejatuhan orde baru tahun 1998. Tepatnya di awali dengan kehadiran PK di lapangan al azhar, kebayoran-Jakarta Selatan.

Langkah awal yang saya ambil saat itu adalah menaruhkan perhatian yang teramat suka dengan salah satu partai bukan PK, yaitu PAN. Hal ini saya pilih karena figur ketokohan dari Amien Rais yang gigih dalam membela rakyat dan bangsa ini, banyak buku yang baca walaupun hanya sekedar baca tidak membeli dari beberapa toko buku tentang Amien Rais. Saat itu pilihan sudah diputuskan untuk bergabung, formulir sudah di ambil tidak hanya satu karena memang saat itu banyak yang hendak saya ajak.

Siang di kost-kost an ballpoint sudah saya pegang untuk di tuliskan setiap katanya dalam lembaran formulir tersebut. Belum sampai terisi, seorang sahabat teman satu kamar kost datang dan langsung mengajak ngobrol tentang informasi politik kekinian yang ia sampaikan.

Ia memberikan argumen yang cukup menarik untuk disimak, dan secara kebetulan saya sangat mengagumi ia karena keilmuannya yang jauh di atas saya walaupun sama-sama satu angkatan dalam perkuliahan. Ia menjelaskan tentang peranan politik dan fungsi politik yang harus di isi, jika tidak segera di isi boleh jadi kesempatan itu akan hilang. Ia pun menunjukan lembaran gambar partai politik yang sangat asing bagi saya. Ia bergambar kotak hitam yang bisa di artikan sebagai kabah pusat kiblat ummat Islam, lalu du bulan sabit yang mengapit dan ditengahnya terdapat garis lurus. Ya... itulah Partai Keadilan yang presiden partainya pertama adalah sama-sama satu almamater juga.

Setelah mendapatkan penjelasan sayapun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan mengisi formulir yang ada, tapi tidak serta merta saya mengambil sikap untuk bergabung dengan PK tersebut. Banyak hal yang harus saya pahami dulu, banyak hal yang harus saya telaah dulu. Pada akhirnya, saya harus berani memutuskan bahwa saya harus ikut terlebih dahulu di salah satu kegiatan partai.

Untuk itulah setiap perjalanan dari kost-kost an ke kampus, mata selalu mencari berita tentang kegiatan partai tersebut. Al hasil, terdapat selebaran tentang agenda partai di Bandung. Ya..Deklarasi PK Jawa Barat di lapangan Gasibu Bandung.  Tekad sudah bulat untuk bisa hadir. Bismillah dalam hati ini bergumam, dan senantiasa berdoa semoga Allah mudahkan perjalanan saya ke Bandung tersebut.

Namun kegalauan (istilah sekarang) kerap hadir maklum hari seninnya saya harus menghadapi ujian di kampus. Sedangkan acara tersebut dilaksanakan pada hari minggu. Namun disaat galau selalu saja saya berharap bahwa saya bisa hadir disana, saya tidak berpikir ada siapa saja yang ikut sayapun tidak merasa ada yang mengajak namun panggilan hati yang membuat saya harus memilih.

Dini hari pagi jam. 1.30 an sayapun sudah bangun untuk melaksanakan kewajiban terlebih dahulu kepada Allah SWT, seraya berdoa semoga dilancarkan dan dimudahkan dalam perjalanannnya. Lalu dengan mengucapkan Bismillah dan takbir (walaupun hanya sendirian) sayapun berangkat naik kendaraan umum, menuju alun-alun bandung terlebih dahulu (maklum hanya alun-alun yang saya tahu). Sesampai di Bandung sayapun berkenan untuk melaksanakan shalat Subuh di masjid Agung terlebih dahulu, istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan... (bersambung..)

Postingan Populer