Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Franco Fotana, Warga Italia Yang Berjuang Untuk Palestina

GANDENKU.COM | Dunia Islam - Dia adalah seorang Warga Italia asli bernama “Franco Fontana" bertempur bersama Palestina melawan tentara pendudukan selama 22 tahun.Dia menjual semua properti ayahnya di-Italia, Palermo pada tahun 1975, dan menyumbangkn ke kamp-kamp Palestina.Dia bergabung dalam setiap pertempuran bersama muslim Palestina lainnya dan dikenal karena akurasinya dalam menggunakan roket Katyusha.Dia masuk Islam dan mengubah namanya menjadi "YOUSSEF IBRAHIM" dan meninggal pada tahun 2015 di Lebanon.Meninggalkan surat wasiat dimana dia menulis, "Saya mungkin mati dan tidak melihat PEMBEBASAN PALESTINA, tetapi anak atau cucu saya pasti akan melihat kemerdekaannya"

Pakar Hukum: Walau Ditindas, Ikhwanul Muslimin Semakin Populer dan Solid

Kairo. Dr. Manshur Abdul Ghafar, pakar hukum dari Pusat Studi Hukum, mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin bertambah populer dan solid akibat dari tekanan yang dialaminya. Hal yang sama telah terjadi dan terbukti sepanjang sejarah jamaah ini.

Menurut Abdul Ghafar, selama 80 tahun Ikhwanul Muslimin juga selalu mendapatkan pukulan berat yang menyebabkan banyak kalangan mengira sebagai akhir riwayat jamaah ini. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, jamaah ini semakin membesar dan meluas.

Dalam wawancara dengan televisi Al-Arabia, Abdul Ghafar menyangkal perkiraan bahwa Ikhwnul Muslimin telah tamat saat ini. Beliau mengatakan bahwa Ikhwan mempunyai basis sosial yang sangat kuat. Beliau membuktikan bahwa walaupun hampir semua pemimpinnya telah masuk penjara, tapi demonstrasi-demonstrasi menentang kudeta masih saja terjadi setiap hari. Demonstrasi-demonstrasi dilakukan oleh rakyat biasa yang ingin mengungkapkan aspirasinya yang sama dengan Ikhwan.

Menurutnya, jumlah pendukung Ikhwan mungkin saja akan berkurang saat ini. Tapi bisa dipastikan para kader Ikhwan akan tetap memegang sikap dan prinsipnya. Karena ideologi tidak mengenal mati. Sejarah membuktikan walaupun pimpinan dan kader pimpinan Ikhwan ditangkapi, ditahan, dihukum mati, disita asetnya, dibubarkan dan dilarang organisasinya, tapi mereka tetap bekerja. (msa/dakwtuna/islammemo)

 
Redaktur: moh sofwan

Postingan Populer