Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Semangat BerQurban, bisa menjangkau Seluruh Pelosok Negeri

GANDENKU.COM | Ayo Qurban - JPRMI sebagai organisasi kepemudaan masjid yang memiliki jaringan lebih di 20 propinsi di Indonesia. Tahun ini bekerjasama dengan ACT melaksanakan penggalangan dan pemotongan Hewan Qurban. 
Untuk itu kami mangajak masyarakat yang akan menyalurkan Kurbannya melalui JPRMI dapat dilakukan dengan melakukan klik pendaftaran online di bawah ini : 
https://www.globalqurban.com/agen/gandenku17FWe 
Untuk informasi berkaitan dengan program Qurban bisa hubungi kami di wa.me/6287782050919

KEMBALI FITRI ATAUKAH KEMBALI MAKSIAT ?

GANDENKU.COM | Sebuah Catatan - Ramadhan telah dilewati bersama, hari raya Idul Fitri pun sudah dilaluinya. Saat masuk Ramadhan tidak sedikit ummat Islam bersuka cita menyambut bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Sebagian masyarakat mengoptimalkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, ada yang biasanya jarang ke masjid lalu mendadak giat pergi ke masjid meskipun sebatas sholat Isya dan Tarawih semata, yang biasanya jarang sedekah banyak juga yang mendadak rajin sedekah.

Mendadak baik atau mendadak sholeh banyak yang kita jumpai selama bulan Ramadhan, hal ini tentunya wajar saja karena ummat Islam sangat berharap agar amal kebaikan yang dilakukan berbalas pahala yang Allah SWT berikan dan janjikan dengan balasan pahala yang berlipat dan hanya ada di bulan Ramadhan.

Optimalisasi amal kebaikan selama bulan Ramadhan merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat masih memiliki 'rasa takut' akan dosa-dosa yang selama ini dilakukan di bulan-bulan biasa, maka untuk meminimalisir dosa yang selama ini dilakukan memilih berbuat baik di bulan Ramadhan adalah pilihan tepat. Untuk itulah kenapa Hari Raya pasca Ramadhan bernama Idul Fitri, tujuannya adalah agar ummat Islam yang setelah menjalankan puasa Ramadhan akan kembali Fitri (suci)


Makna Idul Fitri sendiri memiliki dua makna yang berbeda diantaranya merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAWyang artinya :”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi Shallallahu alaihi wasallam Makan kurma dalam jumlah ganjil.” (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian di atas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.


Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi umat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.

Dengan memaknai hari raya Idul Fitri seyogyanya kita sebagai ummat Islam harus mampu menjaga dengan baik dan sebaik mungkin agar setiap amalan-amalan kebaikan yang pernah dilakukan selama bulan Ramadhan dapat tetap dilaksanakan meskipun Ramadhan sudah dilaluinya. Untuk itulah ummat Islam harusnya menjadikan Ramadhan sebagai sekolah kehidupan untuk menjadi baik dan terbaik pasca melewati Ramadhan.

Namun yang sangat disayangkan adalah ketika memasuki hari Raya Idul Fitri ada saja segelintir ummat Islam yang memaknainya dengan berbeda, terutama dikalangan anak-anak muda. Ada anak-anak muda yang memaknai bahwa Hari Raya merupakan saatnya melakukan 'kemaksiatan' dengan alasan yang sangat unik bahwa kemaksiatan yang dilakukan karena merasa sudah punya amal kebaikan di bulan Ramadhan. 

Maka tidaklah heran jika selama bulan liburan di hari Raya (lebaran) anak-anak muda dengan asyiknya tanpa merasa sungkan untuk meminum minuman keras baik yang ori maupun oplosan, berfoya-foya di pantai, atau melakukan kegiatan yang mengarah pada kemaksiatan baik secara fisik maupun hati.

Kesalahan dalam memaknai hari raya dikalangan anak-anak muda tidak terlepas dari adanya pergaulan yang tidak terkontrol, kurangnya pemahaman agama secara baik dan benar. Kemaksiatan yang dilakukanpun tidak sedikitpula merenggut nyawa para anak muda yang menenggak minuman keras tersebut. Hal ini dapat kita saksikan di beberapa media TV tentang korban miras oplosan yang merenggut nyawa, padahal sejatinya mereka sedang merayakan hari raya Idul Fitri.

Oleh karena sebagai Ummat Islam yang telah Allah berikan akal sehat, maka seharusnya kita menjaga dengan kuat agar kebaikan selama bulan Ramadhan tidak menjadi sia-sia dengan menghindari kemaksiatan setelah Ramadhan. Semoga saja tujuan untuk kembali Fitri akan tercapai agar kembali kemaksiatan menjadi tersendat. Wallahualam. [TGA]






Komentar


Postingan Populer