Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Semangat BerQurban, bisa menjangkau Seluruh Pelosok Negeri

GANDENKU.COM | Ayo Qurban - JPRMI sebagai organisasi kepemudaan masjid yang memiliki jaringan lebih di 20 propinsi di Indonesia. Tahun ini bekerjasama dengan ACT melaksanakan penggalangan dan pemotongan Hewan Qurban. 
Untuk itu kami mangajak masyarakat yang akan menyalurkan Kurbannya melalui JPRMI dapat dilakukan dengan melakukan klik pendaftaran online di bawah ini : 
https://www.globalqurban.com/agen/gandenku17FWe 
Untuk informasi berkaitan dengan program Qurban bisa hubungi kami di wa.me/6287782050919

Catatan Pagi : Pemuda Mencari Kebaikan

GANDENKU.COM | Catatan Pagi - Pagi ini usai antar si kecil, kendaraan saya belokan terlebih dahulu ke tempat nongkrong yang biasa mangkal anak-anak muda atau para OJOL. Tepatnya di di Warung Bubur Kacang Ijo sekitaran Poltangan, Pasar Minggu. Sejenak sandarkan motor yang sudah habis 'masa bhaktinya' maksudnya habis masa STNK nya. Hehehe.

Memesan semangkok bubur kacang ijo dan roti sepotong untuk dinikmati dipagihari, cukuplah kiranya mengganjal perut yang belum sempat sarapan karena terburu-buru antar si kecil dan kakanya pergi ke sekolah. Menikmati bubur kacang sambil mendengarkan lirik lagu Dangdut yang dulu sempat terkenal di bawakan langsung oleh Joni Iskandar dengan group musik orkestranya PMR (Pengantar Minum Racun).

Lupakan nyanyian bang Joni yang asyik didengar, enak dinikmati maklum lagu ini adalah lagu jamannya dulu saat masih kecil. Disamping terdengar bisik-bisik tetangga (waduuh nguping dong) dua orang pemuda sekitar umur 25 tahunana. Keduanya asyik ngobrol tentang bagaimana berbuat baik, padahal mereka merasa tidak punya duit.

Terdengar mas yang satu bilang "bro, kadang aku tuh mikir bagaimana nanti kalu mati. Padhal kita jarang banget berbuat baik, karena bokek". Temannya menimpali "Ya, gue juga mikir. Ada duit paling pas-pasan. Elu tahu sendirikan duit dapat ngojek, kagak seberapa". Begitulah terus mereka saling bersahutan satu sama lainnya. Intinya mereka sedang ingin membuat jalan dalam rangka menuju kehidupan yang abadi di akherat nanti.

Mendengar percakapan dua anak muda ini, sayapun memuji dalam hati kepada mereka. Terus terang anak-anak muda yang punya pemikiran saperti ini bisa dipastikan barang langka. Ia galau dengan kehidupan akherat yang belum tahu bagaimana nantinya disana, ia galau dengan kondisinya, sedangkan ia berharap banyak mampu melewati kehidupan nanti dengan selamat.

Sangat jarang anak-anak muda yang memikirkan akherat, apalagi kehidupan mereka senantiasa berada dijalanan. Kagum saya melihat mereka berdua saling berdiskusi memikirkan bagaimana agar bisa selamat di akherat kelak. Rasa kagum saya membawa penasaran saya untuk ikut ngobrol bareng mereka.

Saat sendok terakhir bubur kacang hijau saya nikmati, akhirnya sayapun ikut menyapanya "Assalamualaikum mas, maaf tadi saya nguping pembicaraannya" mereka menjawab "Waalaikumsalam, ya pa gak papa". Sayapun melanjutkan pembicaraan dengan mereka "Boleh gak saya kasih saran atau masukan ke masnya". Mereka kembali menjawab "boleh banget pak"

Panjang kali lebar akhirnya saya ajak mereka ngobrol, intinya dari pembicaraan saya dengan mereka adalah "Berbuat baik itu tidak harus dengan uang jika kita tidak punya, bagi seorang muslim Senyum saja adalah kebaikan karena ia bernilai sedekah. Memasang wajah ceria di depan temannya saja adalah kebaikan karena ia juga bernilai sedekah" ujar saya. "Satu hal lagi yang bisa kita lakukan untuk kebaikan tersebut adalah, jadilah kita sebagai 'makelar kebaikan' dengan kita dapat menjadikan orang-orang akan berbuat baik, melakukan kebaikan dan bersyukur dengan kebaikan tersebut" lanjut saya kepada mereka.

Mendengar kata unik dengan sebutan 'Makelar Kebaikan' mereka pun tanya "waah apaan contohnya tuh pak Makelar kebaikan?" saya akhirnya melanjutkan pembicaraan tersebut "Mas punya HP ? punya Motor ? Jika tidak ada mas masih punya badan, kaki, mulut untuk bicara, tangan dan apa yang ada ditubuh kita. Contoh kecilnya saja jika mas punya HP, gunakan HP mas untuk berbuat baik, tidak harus dijual lalu uangnya disumbangkan. Karena HP saya yakin bagi mas bukan barang mewah melainkan barang pokok penunjang kebutuhan kita. Dengan HP yang mas punya, jika dijalan ketemu pedagang coba jepret lalu tawarkan ke jaringan teman-teman untuk membeli misalnya. Jika teman-teman tanpa sepengetahuan mas membeli barang tersebut, maka itulah nilai kebaikan yang tidak terasa. Pointnya banyak disini, pertama mas akan memberi peluang pedagang tersebut mampu menafkahi keluarga. kedua, bisa juga orang yang membeli merasa terbantu karena selama ini mencari barang tersebut atau jika ia terdorong membeli hanya untuk kebaikan maka kebaikan tersebut dikarenakan mas yang memulai. Ketiga, jika pedagang tersebut bersyukur dengan mengucapkan 'Alhamdulillah' karena barangnya dibeli, artinya ia telah memuji Allah. Memuji Allah adalah kebaikan, kebaikan itu muncul karena ada orang yang menggerakan. Maka menyebabkan orang berbuat baik adalah kebaikan juga"

Kita memang harus menjadi 'Sebab' dalam kebaikan, bukan sebab dalam keburukan. Sebab karena kita misalnya orang mau berbuat baik, sebab karena kita misalnya orang mau bersyukur, sebab karena kita misalnya orang mau rajin ke Masjid atau menjadi sebab lainnya.

Obrolan pagipun berakhir, karena saya harus segera sampai rumah. Kedua pemuda yang sedang mencari kebaikan tersebut semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Jakarta, 05 Muharram 1441 H/05.09.2019
TGA



Komentar


Postingan Populer