Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Semangat BerQurban, bisa menjangkau Seluruh Pelosok Negeri

GANDENKU.COM | Ayo Qurban - JPRMI sebagai organisasi kepemudaan masjid yang memiliki jaringan lebih di 20 propinsi di Indonesia. Tahun ini bekerjasama dengan ACT melaksanakan penggalangan dan pemotongan Hewan Qurban. 
Untuk itu kami mangajak masyarakat yang akan menyalurkan Kurbannya melalui JPRMI dapat dilakukan dengan melakukan klik pendaftaran online di bawah ini : 
https://www.globalqurban.com/agen/gandenku17FWe 
Untuk informasi berkaitan dengan program Qurban bisa hubungi kami di wa.me/6287782050919

Berita Buruk Kembali Menerpa Pendidikan Kita, Madrasah Roboh Siapa Yang Peduli ?

GANDENKU.COM | KhabarBanten - Berita buruk tentang dunia pendidikan kita kembali menyeruak, kali ini di alami oleh Madrasah yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten. Madrasah yang nyaris roboh membuat kita menjadi miris. Siapapun diri kita melihat kondisi seperti pastinya sangat terganggu terlebih ini untuk generasi muda yang harusnya memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 
Berita murung tentang kondisi sekolah yang roboh ini sebagaimana di unggah oleh seorang penggiat media sosial dan juga aktifis kegiatan sosial juga founder dari Relawan Kampung yang sudah terbukti membangun jembatan di berbagai pelosok. Muhammad Arif Kirdiat nama akun facebooknya yang mengunggah foto-foto madrasah tersebut.

Ketika melihat beberapa foto yang diunggah, perasaan semakin teriris saat anak-anak didik yang sangat berharap ada bantuan untuk memperbaiki sekolahnya, seperti yang diperlihatkan dalam foto dengan tulisan tangan "Pak Presiden Tolong Kami, Gedung Sekolah Kami Roboh. Mana uluran tangan dari pemerintah". Membaca tulisan ini rasanya harapan yang sangat berat untuk bisa direalisasikan dengan cepat. 
Mungkinkah semua ini bisa kita selesaikan bersama ? ataukah sekolah ini akan tetap roboh tak berbekas, lalu sampai kapankah pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan jawaban bagi anak-anak kita agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Sepantasnya kita harus berjuang untuk mereka. 

Berikut adalah postingan yang bersumber dari FB Muhammad Arif Kirdiat :

Pagi ini saya dapat kiriman gambar dari salah satu guru madrasah di Lebak. Namanya Rusdiana, usianya baru 21 tahun lulusan SMAN 1 Cirinten yang saat ini mengabdi menjadi guru madrasah di dekat perkampungan Baduy. Sekitar 3-4 jam berkendara dari Kota Serang.

Beliau belum lulus kuliah dan belum memiliki sertifikat mengajar. Tapi keadaan dan kondisi di lingkungannya memaksa beliau harus tetap mengajar karena memang tenaga beliau dibutuhkan untuk menjadi guru bagi siswa-siswi dilingkungannya.

Foto-foto yang beliau kirimkan adalah kondisi madsarah ibtidaiyah tetangga kampungnya. Sudah rusak karena atap jebol dan dinding hancur dimakan usia.Dulunya dibangun atas donasi seseorang dan saat ini kondisinya mengenaskan.Kang Rusdiana mengirimkan foto tersebut karena SMAN 1 Cirinten telah selesai kami renovasi dan beliau memberanikan diri 'meminta' bantuan untuk madrasah tetangganya.

Sebenarnya miris juga... bagaimana tidak, saya kenal dengan Ibu Bupatinya, saya kenal dengan beberapa anggota DPRD-nya, saya kenal dengan Timses Pak Gubernur dan Wagubnya. Saya sudah bisa dapat jawaban.... inikan madrasah, jadi tanggung jawabnya ada di Departemen Agama... duh ya.

Tapi kadang malu juga sama beberapa rekan yang berkecimpung dalam kepedulian pendidikan. Ada Maria Harfanti Miss Indonesia 2015 yang saat ini aktif di bidang pendidikan. Beliau Katolik, tapi melalui kepeduliannya, sudah ada dua madrasah yang direhab. Satu di Pandenglang dan satu di Tangerang.Ada juga ibu-ibu Piisei, yang juga kumpulan ibu-ibu yang peduli. Rata-rata para pengurusnya isteri para dirut dan komisaris bank nasional. Lebih nyaman bagi mereka duduk manis di ibu kota, tapi sejak 4 tahun terakhir sudah 2 sekolah dan 2 jembatan yang dibangun di Banten.

Kadang saya cuma bisa diam melihat foto ini hingga beberapa wartawan lokal dan nasional mengangkat berita ini.... akan jadi headline dan ramai pada awalnya hingga saling tunjuk salah siapa namun nasib pendidikan bagi anak-anak muda Indonesia tetap seperti ini.

Titip salam buat Pak Menteri Agama yang katanya berasal dari Ormas Islam asal Banten dan Pak Mendikbud yang masih muda dan insha Allah begitu peduli bagi kemajuan pendidikan.... aamiin.




Komentar


Postingan Populer