Langsung ke konten utama

DONATUR SEDEKAH TITIPAN : Total Penerimaan : 1.950.000 |(17/05) 1. Hamba Allah Rp. 200.000, 2. Siti Nurohmah Rp. 1.000.000. 3. Made Malinda K (Debong) Rp. 500.000 4. Sameera 50 Kg Beras (Dalam Bentuk Dana) 5.Laelawati Rp.100.000 6.Hamba Allah Rp. 50.000 7.Hamba Allah Rp.70.000 8.Hamba Allah Rp. 30.000. 9. Hamba Allah, 10 Kg Telur. Terima Kasih Atas Donasinya, Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik. Aamiin. Rekening Sedekah Titipan : BCA No.Rek. 493-010-6076 a.n Tubagus Ganden Arkadi    

Unggulan

Franco Fotana, Warga Italia Yang Berjuang Untuk Palestina

GANDENKU.COM | Dunia Islam - Dia adalah seorang Warga Italia asli bernama “Franco Fontana" bertempur bersama Palestina melawan tentara pendudukan selama 22 tahun.Dia menjual semua properti ayahnya di-Italia, Palermo pada tahun 1975, dan menyumbangkn ke kamp-kamp Palestina.Dia bergabung dalam setiap pertempuran bersama muslim Palestina lainnya dan dikenal karena akurasinya dalam menggunakan roket Katyusha.Dia masuk Islam dan mengubah namanya menjadi "YOUSSEF IBRAHIM" dan meninggal pada tahun 2015 di Lebanon.Meninggalkan surat wasiat dimana dia menulis, "Saya mungkin mati dan tidak melihat PEMBEBASAN PALESTINA, tetapi anak atau cucu saya pasti akan melihat kemerdekaannya"

Dokter Paru Pertama di Kalimantan Selatan Gugur karena Covid-19

GANDENKU.COM | Kabar Media - Dokter paru pertama di Kalimatan Selatan, Hasan Zain, meninggal karena Covid-19.

TEMPO.CO, Jakarta - Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Halik Malik, mengatakan bahwa anggota IDI, Hasan Zain, meninggal dalam kondisi positif Covid-19.

Halik mengatakan, kondisi Hasan sudah kritis sejak beberapa hari terakhir dan sempat ditangani di ruang ICU namun tak tertolong. Awalnya, dokter ahli paru pertama di Kalimantan Selatan itu masih dirawat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin.

“Ternyata dari pemeriksaan swab yang dilakukan hasilnya positif Covid-19. Jadi bisa dikatakan beliau meninggal karena Covid-19,” kata Halik dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 April 2020.

Halik mengatakan, Hasan meninggal sekitar pukul 07.30 WITA. “Beliau adalah dokter ahli paru yang pertama sekaligus yang paling senior di Kalimantan Selatan,” katanya.

Hasan pernah menjabat sebagai direktur di RSUD Ulin Banjarmasin. Meski sudah pensiun, ia tetap aktif melayani pasien di RS Islam Banjarmasin dan RS Suaka Insan Banjarmasin. “Sampai akhir hayatnya masih tekun melayani pasien di tempat praktiknya dan aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan.”

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1331902/dokter-paru-pertama-di-kalimantan-selatan-gugur-karena-covid-19?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Facebook&utm_campaign=dlvrit

Komentar


Postingan Populer