Langsung ke konten utama
DAFTAR NAMA DONATUR BULAN NOPEMBER 2020 : (01/11) Ulekin : 90.850 (02/11) Sutan Matani : 500.000 (13/11). Siti N : 1.200.000 (13/11) Syahrir : 500.000 (19/11) Arkadigital : 414.741 JUMLAH :Rp. 2.705.591    

Unggulan

JLEBB ! Firli Bahuri, 2002 Sudah Baca Why Nations Fail. Mustofa Nahra : Buku Itu Terbit Pertama Kali 2012

GANDENKU.COM | Khabar Tokoh - Mustofa Nahra melalui cuitannya di Twitter dengan akun @TofaTofa_id memberikan sanggahan sekaligus meluruskan tentang berita Kompas yang melansir pernyataan Firli Bahuri, Ketua KPK saat ini. Firli saat di wawancara menyatakan bahwa buku yang di baca Anies Baswedan merupakan buku lama, dan sebelum buku itu ada buku dengan judul Why Nations Fail . " Kalau kemarin saya lihat ada di media Pak Anies membaca How Democracies Die. Sebelum itu, Pak, bukunya ada Why Nations Fail, itu sudah lama saya baca, Pak, tahun 2002 sudah baca buku itu, " kata Firli sebagaimana berita kompas hari ini (24/11/2020).  Namun fatalnya apa yang disampaikan Firli Bahuri mengandung ketidak akuratan berkenaan dengan buku tersebut yang katanya sudah dibaca sejak tahun 2002. Melalui cuitannya di twitter @TofaTofa_id yang merupakan akun dari Mustofa Nahra, aktifis yang sering kali menyampaikan pendapatnya dimedia sosial justru melakukan klarifikasi.  Melalui akun twitter yang d

Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila, PKS Jadi Penyelamat PANCASILA

GANDENKU.COM
| Netizen - PKS sejatinya yang menjadi tersangka fitnahan keji _"Anti Pancasila"_ oleh oknum Buzzerp pendukung petahana, justru sekarang berada di garda depan penyelamatan RUU HIP atau Rancangan UU Haluan Ideologi Pancasila yang sedang viral ini. 

Dalam RUU ini ada beberapa pihak yang menolak memasukkan TAP MPRs soal pelarangan dan pembubaran PKI termasuk Marxisme Leinisme dan Komunisme. 

PKS di parlemen berhadap hadapan dengan agenda tangan kiri antek PKI yang mencoba merongrong Ideologi Pancasila melalui RUU HIP ini.

Tentu saja sebagian kalangan resah, menjadi wajar ketika beberapa Ormas Islam pun angkat bicara. PKS di parlemen memang berjuang sendiri, namun di luar itu Muhammadiyah, MUI , Purnawirawan TNI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Ulama dan Santri serta beberapa ormas kepemudaan siap berada di belakang PKS membentengi PANCASILA yang sedang coba mereka usik.

Ketakutan Umat Islam dan Rakyat Indonesia memang cukup beralasan. Bagaimana tidak, Sejarah dan Fakta telah menyajikan bagaimana para ulama dan kaum santri menjadi korban keganasan PKI madiun, menyusul Pemberontakan G 30 September menjadi luka lama yang belum sembuh namun ada beberapa pihak yang justru seolah-olah memberikan angin segar kepada kelompok pengusung ideologi terlarang ini.

PKS serta rakyat Indonesia tidak ingin terjadinya lagi Penghianatan Terhadap Pancasila yang memakan korban jiwa, bahkan bisa saja terjadi Makar seperti kasus G30 S PKI lalu. Sebab Komunisme adalah ajaran anti Tuhan, sedangkan bangsa ini sesuai sila pertama bahwa Indonesia adalah Negara berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. 

Maka Jihad Parlemen PKS mewakili keresahan seluruh anak bangsa negeri ini menjadi titik krusial bahwa Pancasila Tak Boleh kembali di rongrong Ideologi lainnya yang tdk berdasarkan Ketuhanan Yang maha Esa.

PKS sebagai Partai Oposisi Pemerintah, di parlemen memang tak cukup kuat di bandingkan Parpol Koalisi yang hampir menguasai seluruh Parlemen yang di gawangi PDIP PKB Nasdem PPP Golkar bahkan Gerindra sudah satu Gerbong. 

Namun PKS akan selalu di dukung oleh _Hati Nurani Rakyat_  ( *Bukan Hanura Partai* ya...,) yaitu sikap perlawanan rakyat yang menggelora dan blm sepenuhnya padam oleh luka luka kebiadaban PKI di masa lampau.

Sejarah akan mencatat, PKS parpol berazas Islam sebagai garda utama pembela ideologi pancasila sebagai landasan utama berbangsa dan bernegara. 

Dan langkah PKS rupanya kini membuat sikap lunak beberapa parpol. kita tunggu apakah PDIP pun akan menyetujui agar TAP MPRS ini akan dimasukkan lagi kedalam RUU HIP. 

#PKSpenyelamatPancasila

Oleh : Anwar Basuki Return


Komentar


Postingan Populer