Langsung ke konten utama
DAFTAR NAMA DONATUR BULAN NOPEMBER 2020 : (01/11) Ulekin : 90.850 (02/11) Sutan Matani : 500.000 (13/11). Siti N : 1.200.000 (13/11) Syahrir : 500.000 (19/11) Arkadigital : 414.741 JUMLAH :Rp. 2.705.591 DONASI PEDULI BANJIR : (04/12) Siti N : 500.000 (04/12) Arkadigital : 300.000 Jumlah : 800.000 TOTAL DONASI : 3.505.591    

Unggulan

Hikmah Dalam Wafatnya Ulama

GANDENKU.COM | Hikmah - Kita semua mengakui bahwa wafatnya ulama adalah sebuah musibah bagi umat Islam. Karena ulama adalah pewaris Nabi. Wafatnya ulama berarti hilangnya pewaris Nabi. Wafatnya ulama adalah musibah bahkan ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi sallam dalam sabdanya : مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ  “Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama” (HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’). Sebagai musibah dalam agama yang diibaratkan oleh Nabi laksana bintang yang padam, wajar bila kita bersedih ditinggal wafat seorang ulama. Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi sallam sendiri menyatakan bahwa tidak bersedih dengan w

JLEBB ! Firli Bahuri, 2002 Sudah Baca Why Nations Fail. Mustofa Nahra : Buku Itu Terbit Pertama Kali 2012

GANDENKU.COM | Khabar Tokoh - Mustofa Nahra melalui cuitannya di Twitter dengan akun @TofaTofa_id memberikan sanggahan sekaligus meluruskan tentang berita Kompas yang melansir pernyataan Firli Bahuri, Ketua KPK saat ini. Firli saat di wawancara menyatakan bahwa buku yang di baca Anies Baswedan merupakan buku lama, dan sebelum buku itu ada buku dengan judul Why Nations Fail.

"Kalau kemarin saya lihat ada di media Pak Anies membaca How Democracies Die. Sebelum itu, Pak, bukunya ada Why Nations Fail, itu sudah lama saya baca, Pak, tahun 2002 sudah baca buku itu," kata Firli sebagaimana berita kompas hari ini (24/11/2020). 

Namun fatalnya apa yang disampaikan Firli Bahuri mengandung ketidak akuratan berkenaan dengan buku tersebut yang katanya sudah dibaca sejak tahun 2002. Melalui cuitannya di twitter @TofaTofa_id yang merupakan akun dari Mustofa Nahra, aktifis yang sering kali menyampaikan pendapatnya dimedia sosial justru melakukan klarifikasi. 


Melalui akun twitter yang dimiliki Mustofa Nahra menjelaskan bahwa buku tersebut terbit perta di New York pada tahun 2012. "Mohon maaf @kompascom perlu saya jelaskan bahwa buku yang saya baca ini, terbit pertama di New York tahun 2012. Bagaimana mungkin ketua KPK sudah membacanya tahun 2002?" cuit Mustofa Nahra melalui akunnya. 

Dalam berita kompas tersebut dengan judul "Anies Baca Buku How Democracies Die, Firli Bahuri: 2002, Saya Baca Why Nations Fail" dibagian akhir berita menyatakan bahwa buku tersebut terbit pertama tahun 2012. "Namun untuk diketahui buku Why Nations Fail yang dibaca Firli baru diterbitkan pertama kali pada 2012" tulis kompas dalam berita yang sama.

Kompas masih dalam berita yang sama menyebutkan sumber yang menyatakan bahwa buku tersebut terbit pertama kali tahun 2012 yang dilansir dari Goodreads, buku yang ditulis oleh Daron Acemoglu dan James Robinson, berdasarkan hasil penelitian mereka sebelumnya itu diterbitkan pertama kali oleh Crown Business pada Maret 2012.

Dengan adanya keanehan soal tahun penerbitan buku yang di baca Firli Bahuri hal ini kembali menjadi perbincangan dimedia sosial, yang sebelum soal buku yang di baca Anies Baswedan kini soal kesalahan penyebutan tahun penerbitan. Kemungkinan besar Firli lupa dalam menyebutkan tahun terbit karena tahun 2002 dan 2012 agak mirip. [TGA]

Komentar


Postingan Populer